Menulis di Atas Pasir
http://www.duniavenus.com
Kisah tentang 2 orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi
gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang
tanpa dapat menahan diri menampar temannya.
Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa
berkata-kata, dia menulis di atas pasir: “HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU
MENAMPAR PIPIKU.”
Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya, mencoba berenang
untuk menyejukkan galaunya. Mereka terus berjalan, sampai menemukan
sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Namun, ternyata
oasis tersebut cukup dalam, sehingga dia nyaris tenggelam, dan
diselamatkanlah dia oleh sahabatnya.
Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di
sebuah batu : “HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENYELAMATKAN NYAWAKU.”
Si penolong yang pernah menampar sahabatnya tersebut bertanya, “Kenapa
setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir, dan
sekarang kamu menulis di batu?”
Temannya sambil tersenyum menjawab,”Ketika seorang sahabat melukai
kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang
berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila dalam antara sahabat
terjadi sesuatu kebajikan sekecil apa pun, kita harus memahatnya di
atas batu hati kita, agar tetap terkenang tidak hilang tertiup waktu.”
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut
pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan
lupakan masalah lalu.
http://www.duniavenus.com
Comments(0)